Tumpukan besi tua atau biasa disebut oleh warga sekitar sebagai "Kuburan Kereta Api" jadi penarik perhatian bagi warga atau wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta atau sekadar melintas melalui Stasiun Purwakarta. Pemandangan yang unik dan tak biasa berupa tumpukan gerbong bekas tampak sedap dipandang mata.
Tumpukan gerbong tua tersebut memang langsung mencuri perhatian. Meski jika diperhatikan dengan seksama, kumuh dan usang, tak mengurangi minat mereka, baik penumpang yang turun atau hendak berangkat untuk berswafoto (selfie) sebentar.
"PR" tak mau ketinggalan mengambil gambar tumpukan gerbong tersebut. Bangkai kereta api memang jadi salah satu lokasi swafoto favorit sebelum meninggalkan stasiun yang terletak di Jalan KK Singawinata, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta itu. Tak sedikit yang menghabiskan waktu berfoto ria sebelum kereta tujuannya datang.
Namun, tak mudah untuk melihat kuburan kereta tersebut. Lokasinya yang tepat berada di dalam stasiun, hanya memungkinkan bagi yang memiliki tiket saja untuk melihat langsung.
Tumpukan yang diperkirakan mencapai tujuh meter dengan warna beraneka ragam, memang jadi pemandangan kontras, dan berhasil mencuri perhatian. Tak terhitung berapa banyak jumlahnya, gerbong-gerbong bekas itu teronggok begitu saja di atas lahan, seperti tumpukan Lego raksasa, unik dan tak biasa.
Salah seorang warga, Dian Firmansyah (28) menuturkan, tumpukan bangkai kereta dalam stasiun tersebut memang menarik. Apalagi jika dikelola, baik oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) atau pemerintah daerah, untuk dijadikan museum kereta. Menurut dia sangat disayangkan, jika gerbong-gerbong bekas tersebut tidak dimanfaatkan.
"Lebih menarik jika dimanfaatkan untuk berbagai hal. Bisa jadi museum kereta, jadi lokasi edukasi wisata juga. Atau jika diizinkan dipergunakan secara umum, misalnya dikelola oleh warga untuk berwirausaha," ucap dia, kepada "PR".
Dian mengatakan, meski menarik perhatian, lambat laun tumpukan bangkai kereta tersebut cukup merusak pemandangan. Sepintas menarik, tetapi karena tak dirawat dan dibiarkan begitu saja, kesan kumuh yang timbul akhirnya. "Jika memang sudah tidak akan dipakai untuk armada angkutan, alangkah baiknya rangkaian besi itu dilebur. Padahal kalau dimanfaatkan, lebih menarik lagi," ujarnya.
Komunitas Edan Sepur, salah satu komunitas yang berdiri karena kecintaannya akan jasa transportasi kereta api pun mengungkapkan, kuburan kereta api di Stasiun Purwakarta memang unik dan bagus. Koordinator Komunitas Edan Sepur, Erwan menuturkan, kuburan kereta api tersebut merupakan salah satu objek foto yang tak boleh dilewatkan untuk diabadikan. Menurut dia, kuburan kereta api di Stasiun Purwakarta sama menariknya seperti kuburan kereta di Cikawung, Cirebon.
"Kuburan kereta yang di Purwakarta itu memang bagus dan unik. Kuburan kereta lainnya yang unik ada di Cikawung, Cirebon," tuturnya.
Meskipun begitu, menurut dia, ada baiknya kuburan kereta api tersebut dirawat, sebab memiliki nilai jual sebagai objek wisata. "Posisinya kumuh, udah kayak hutan, enggak kerawat. Kalau boleh usul, dikonservasi, biar lebih terawat," ucap dia.
Sumber Berita: Pikiran Rakyat

- Copyright © 2016 AZURA TRAVEL TOUR - Terms Conditions - FAQ - LEGALITAS -