Lion-Air-Delay-Istimewa-001
Perusahaan penerbangan swasta terbesar di Indonesia bertindak tegas terhadap penumpang yang bercanda membawa bom di dalam pesawat, yaitu dengan cara memasukknya penumpang itu ke dalam daftar hitam (blacklist) sehingga tidak bisa menggunakan jasa seluruh maskapai penerbangan anggota Lion Group dalam waktu tertentu.
Belakangan ini memang banyak kasus candaan bom di dalam pesawat. Tidak sedikit pula candaan itu yang keluar dari para penumpang maskapai penerbangan Lion Group, seperti Lion Air, Wings Air, dan Batik Air. Padahal Kementerian Perhubungan pun sudah sering memberikan himbauan agar penumpang penerbangan tidak melakukan candaan terkait dengan bom di pesawat maupun area bandara. Bahkan bercanda membawa bom di pesawat atau bandara bisa terancam hukuman penjara satu tahun.
Meskipun hanya bercanda, sesuai standard operating procedure (SOP), kru penerbangan tidak bisa mengabaikan setiap kata-kata atau kalimat yang mungkin akan mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, ketika ada candaan yang terkait dengan bom, seluruh penumpang akan diturunkan kembali dari pesawat dan seluruh barang diperiksa hingga dipastikan tidak ada barang-barang yang mencurigakan. Proses ini tentu saja memakan waktu yang cukup lama, berakibat merugikan maskapai penerbangan dan penumpang.
Salah satu penumpang yang sudah dimasukkan oleh Lion Group ke dalam daftar hitam adalah Lisa, warga Kampung Belakang, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Lisa masuk dalam daftar hitam setelah bercanda menitipkan bom kepada seorang petugas keamanan di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh, ketika akan terbang menggunakan jasa penerbangan Wings Air menuju Bandara Kuala Namu Medan pada 22 Januari 2016.
Akibat ulahnya itu, Lisa harus menjalani interogasi dari aparat kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari sisi Lion Group, perusahaan penerbangan ini tidak memperkenankan Lisa menggunakan jasanya selama satu tahun. “Sanksi yang diberikan terhadap Lisa oleh Lion Air yakni melarang (blacklist) Lisa untuk tidak boleh terbang selama satu tahun ke depan menggunakan seluruh maskapai di Lion Group,” kata Branch Manager Wings Air Meulaboh Andi Siswanto.
Penumpang lainnya yang mendapatkan sanksi serupa adalah Muhammad Study, pria berusia 42 tahun asal Aceh Singkil. Dia bercanda membawa bom ketika akan terbang menggunakan jasa Lion Group dari Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh menuju Jakarta pada 15 Januari 2016. Candaan Muhammad Study ketika sudah berada di dalam pesawat kemudian didengar oleh pramugari dan dilaporkan kepada kapten penerbangan. Akibat ulahnya itu, penerbangan yang semula dijadwalkan berangkat pukul 16.30 WIB harus ditunda hingga malam hari. Sama seperti Lisa, Muhammad Study mendapatkan sanksi larangan terbang menggunakan jasa Lion Group selama satu tahun.
Kementerian-Perhubungan-Candaan-Bom-Di-Pesawat
Foto: Istimewa

- Copyright © 2016 AZURA TRAVEL TOUR - Terms Conditions - FAQ - LEGALITAS -