“Atas kesepakatan dengan para tokoh agama, masyarakat dan nelayan, Pesta Lomban diundur Sabtu. Jika sesuai jadwal semula, dikhawatirkan berbenturan dengan shalat Jumat,” ujar Kepala Disparbud Mulyaji melalui Kabid Kebudayaan Amin Ayahudi.
Sekretaris Panitia Pesta Lomban 2015 menjelaskan, Bada Kupat yang jatuh pada 8 Syawal atau tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri merupakan pesta warga nelayan dan pesisir.  Kegiatan juga dibanjiri pengunjung dari luardaerah. Pada Jumat pagi ini, akan diadakan kirab kerbau dari TPI Ujungbatu ke RumahPemotongan Hewan (RPH) dekat Pasar Jepara I.
Arak-arakan melibatkan 150 orang. Setelah dipotong, daging kerbau dimasak dan  dibagikan warga. Kepala kerbau beserta uba rampe akan dilarung di Teluk Jepara, Sabtu pagi.
Untuk menghibur warga, Jumat malam ada pentas wayang dengan lakon Boga Busana di TPI Ujung batu. Sebelumnya, Jumat sore ziarah ke Makam Cik Lanang di Pantai Kartini, dan Makam Mbah Ronggo di Ujungbatu, Jepara.
Seusai larungan, Sabtu siang diadakan wayang kulit di ITP Ujungbatu, dan TPI Demaan. Kabid Pariwisata Disparbud Zamroni Lestiaza menambahkan, ada tiga lokasi keramaian Pesta Lomban yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan(Disparbud), Pantai Kartini dan Pantai Bandengan Jepara, serta Benteng Portugis Donorojo. “Tiga obyek memberikan sumbangan 40 persen income tahunan. Khusus pesta lomban tahun ini ditarget Rp 1,084 miliar,” ujar Zamroni.
Demi keamanan pengunjung, hanya diperbolehkan naik perahu Sapta Pesona berjumlah 16 buah, yang biasa melayani wisatawan dari Pantai Kartini ke Pulau Panjang. Sedang dari Pantai Bandengan, Wisata Bahari berjumlah 26 buah.
 Dan ini nuansa Hari Sabtu di ITP Ujungbatu dan dihadiri pak Bupati Marzuki




 

- Copyright © 2016 AZURA TRAVEL TOUR - Terms Conditions - FAQ - LEGALITAS -