Visa dikenakan kepada orang yang datang ke suatu negara karena berbagai alasan.

  1. Tidak ada pembicaraan kedua negara untuk saling memberikan fasilitas bebas visa. Hal itu mungkin karena kurang baiknya hubungan diplomatik, jauhnya jarak antara kedua negara sehingga tidak banyak kunjungan masyarakat antar dua negara.
  2. Faktor keamanan. Negara maju seringkali hanya mempersyaratkan bebas visa untuk sesama negara maju. Tingginya angka imigran gelap membuat negara asal imigran gelap bahkan dipersulit untuk membuat visa. Visa juga menjadi screening agar hanya orang-orang terpilih dan mempunyai tujuan baik saja yang dapat masuk ke suatu negara.
  3. Faktor ekonomi: suatu negara dengan banyak obyek wisata namun tidak mampu mengelola pariwisatanya seringkali mempersyaratkan visa untuk mendapatkan tambahan pemasukan negara dari setoran aplikasi visa.
Visa dibagi menjadi dua macam menurut cara applynya: Visa on Arrival dan Visa pre Arrival
1. Visa on Arrival
Dengan makin meningkatnya hubungan dua negara, pemerintah dapat mengadakan perjanjian untuk mempermudah penduduknya saling berkunjung dengan cara memberikan fasilitas visa on arrival. Pemberian fasilitas visa on arrival belum tentu bersifat bilateral. Artinya, jika kita mendapat fasilitas visa on arrival ke suatu negara, belum tentu negara tersebut juga diberi fasilitas visa on arrival oleh pemerintah Indonesia.
Visa on Arrival adalah fasilitas dimana kita dapat memperoleh visa seperti halnya stempel pada paspor yang langsung didapatkan pada saat kita sampai di suatu negara. Bedanya, untuk stempel paspor kita hanya perlu membawa paspor saja, untuk Visa on Arrival kita perlu membawa syarat tambahan dengan melewati tahap wawancara yang kadang singkat, kadang sampai memakan waktu cukup lama. Walaupun nampak mudah, banyak ketentuan yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan visa on arrival.
Fasilitas Visa on Arrival hampir seluruhnya diberikan hanya kepada penumpang pesawat antar negara. Jarang sekali ada visa on Arrival diberikan di border darat. Hanya untuk persetujuan negara bertetangga, atau jika border darat ramai maka visa on arrival akan tersedia.
Hal-hal yang umum ditanyakan pada saat wawancara di Imigrasi tujuan untuk mendapatkan Visa on Arrival meliputi hal berikut:
  1. Itinerary. Tips saya adalah memberikan itinerary paling sederhana. Jika ditanya kemana saja tujuan selama di negara ini,  jawab dengan memberi pernyataan akan mengunjungi satu atau dua kota saja yang dekat. Semakin jauh atau banyak kota yang dikunjungi akan berdampak pada banyaknya uang tunai yang harus dibawa.
  2. Jumlah uang tunai. Pelancong akan diminta menunjukkan jumlah uang tunai yang dibawa. Jangan lupa juga terkadang pembayaran Visa on Arrival harus menggunakan uang lokal. Jadi, sebaiknya anda membawa sesuai dengan ketentuan biaya visa.
  3. Booking hotel atau surat penyerta
  4. Foto 2″ x 2″ dengan background putih. Jika tidak membawa foto biasanya akan dikenakan biaya tambahan yang cukup besar.
  5. Tiket pesawat pulang atau booking bus/kereta untuk keluar dari negara itu
  6. Untuk negara tertentu dengan aturan yang kurang jelas, agak beresiko apply visa on arrival. Oknum petugas dapat meminta syarat yang mengada-ada demi mendapatkan uang tambahan agar foreigner diperbolehkan masuk. Jika memungkinkan untuk mendapatkan visa di kedutaan, maka sebaiknya apply visa di perwakilan mereka di Indonesia.

2. Visa pre Arrival

Visa pre Arrival adalah visa yang aplikasinya diajukan di perwakilan kedutaan suatu negara yang berada di negara kita. Selain di Jakarta, kedutaan atau konsulat negara asing juga ada yang berkantor di kota-kota besar seperti di Bandung, Medan, Surabaya, Bali atau Makassar. Jika suatu negara tidak memberikan fasilitas visa on arrival maka kita harus apply visa suatu negara di kedutaan tersebut.
Biaya yang dibebankan untuk visa pre Arrival lain-lain tergantung regulasi yang ditetapkan. Beberapa negara dapat apply visa online, jadi kita tidak perlu datang ke kedutaan. Hal ini membantu sekali jika kita tidak ada waktu atau terkendala jarak untuk datang ke kedutaan.
Syarat umum untuk apply visa pre arrival yang diminta oleh seluruh negara sebagai berikut:
  1. Paspor dengan masa berlaku lebih dari 6 bulan dan mempunyai minimal 1 atau 2 halaman yang masih kosong
  2. Kartu tanda penduduk
  3. Foto tanpa background yang dicetak di kertas foto ukuran 2″ x 2″ atau 4×6
Syarat lain yang sering diminta oleh beberapa negara adalah
  1. Surat keterangan kerja atau surat undangan dari relasi/kantor dari negara yang dituju terutama untuk visa bisnis
  2. Fotokopi buku tabungan atau rekening koran (print out tabungan yang dikeluarkan bank). Besaran tabungan tertera berbeda-beda sesuai dengan tingkat ekonomi negara yang dituju dan biasanya mereka meminta tabungan yang stabil selama 3 bulan terakhir
  3. Fotokopi kartu keluarga dan atau fotokopi akte kelahiran
  4. Bukti pemesanan tiket pulang pergi
  5. Bukti booking hotel untuk tempat tinggal selama disana
  6. itinerary (rincian urutan perjalanan)
  7. Beberapa negara mempersyaratkan adanya wawancara untuk mengetahui maksud kedatangan di negara tersebut.
  8. Surat keterangan bebas HIV, AIDS, Hepatitis atau penyakit endemik lainnya dan surat bebas narkoba.
Untuk beberapa negara, siap-siap akan ada penolakan visa yang kita ajukan jika syarat-syarat tidak dipenuhi atau tidak ada bukti cukup kuat kenapa kita harus diijinkan masuk ke suatu negara. Pencari kerja atau pengangguran terkadang dapat ditolak dalam pengajuan visa-nya. Ketika ditolak, kita dapat mengajukan banding ke kementerian luar negeri untuk bantuan pemerintah dalam mendapatkan visa.

- Copyright © 2016 AZURA TRAVEL TOUR - Terms Conditions - FAQ - LEGALITAS -